Wednesday, December 1, 2010

Macam-Macam Becak Yang Ada Di Dunia

Becak Amerika


Becak Jerman (VeloTaxi)

Becak Jepang (becak Manusia)

Becak Inggris

Becak China

Becak Asli Indonesia

sumber: http://www.duniakita.info/2010/11/macam-macam-becak-yang-ada-di-dunia.html

Tidur Memakai Celana Dalam Beresiko

REMAJA cewek zaman sekarang ini ada yang sudah memakai underwear bra sejak kelas 4 SD, malah mungkin ada yang lebih rendah lagi. Namun, ada juga yang baru beberapa tahun setelah kelas 4 SD baru mengenakannya. Aneh? Ya enggak juga. Pertumbuhan tubuh orang kan beda-beda.
http://bulakamba.files.wordpress.com/2009/02/cd2.jpg


Untuk underwear bra, tidak semua cewek punya waktu/masa yang sama untuk mulai mengenakannya. Ada ahli yang mengatakan bahwa kenyataan ini dipengaruhi juga sama urusan keturunan. Coba deh tanya sama ibu kita, kapankah dulu beliau mulai harus mengenakan bra? Biasanya umurnya enggak jauh-jauh amat sama umur saat kita juga mulai mengenakan bra.

Pakaian ketat
Fungsi underwear serupa dengan fungsi pakaian luar, yaitu untuk melindungi tubuh kita dari lingkungan luar yang kotor. Berarti, sebagai pelindung mestinya pakaian kita, luar maupun dalam, harus selalu dalam keadaan bersih agar kita terbebas dari penyakit. Pada waktu malam, saat kita seharusnya tertidur, tetap penting lho kita menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh serta organ reproduksi lewat pakaian yang dikenakan. Coba deh kita perhatikan. Pakaian tidur alias piama hampir selalu berpotongan longgar.

Ternyata potongan ini memang disengaja untuk meningkatkan kenyamanan tidur dan kesehatan tubuh kita. Ada alasan yang lebih ilmiah, seperti yang dikemukakan oleh Dr Maruyama dari Sapporo, Jepang. Menurutnya, selagi kita dalam keadaan tidur, sebaiknya memang kita tidak menggunakan pakaian dalam, apalagi pakaian dalam yang biasanya menempel ketat di badan kita. Katanya, pakaian yang menekan perut atau dada bisa menekan saraf-saraf tertentu dalam tubuh kita sehingga akan mempengaruhi fungsi organ kita.
http://yrahmedi.files.wordpress.com/2009/07/22.jpg
Hasil dari beberapa eksperimen yang telah dilakukan menghasilkan kenyataan bahwa ketatnya pakaian dalam menempel pada tubuh kita dapat menyebabkan munculnya berbagai kelainan pada tubuh kita, seperti diare, sembelit, pusing-pusing, sampai gatal-gatal. Dr Bunkichi dari Tokyo, Jepang, juga mendukung pendapat Dr Maruyama. Katanya, wanita yang memakai celana dalam dan bra selagi tidur, apalagi yang dikenakan secara ketat, dapat mengalami alergi saluran pernapasan hingga akhirnya mengganggu kegiatan harian yang bersangkutan.
http://www.logos.info/fashion_img/imagesdizio/thumb/mutande%20PARAH.jpg
Nah, fakta yang ada menunjukkan bahwa penderita penyakit akibat penggunaan underwear yang ketat itu kian meningkat. Disebutkan, misalnya, jumlah penderita alergi saluran pernapasan tahun 1991 lebih banyak dari 1990. Setelah ditelusuri ternyata peningkatan jumlah penderita ini diakibatkan oleh penggunaan pakaian dalam (celana/BH)yang semakin ketat. Ternyata para pemakai underwear ini semakin hari semakin banyak yang meminta pakaian dalam yang ketat karena terdorong oleh keinginan untuk menampakkan kelangsingan tubuh.
http://img.alibaba.com/photo/11548821/Female_Underwear_Boy_Shorts_.jpg
Nah, buat kita-kita yang masih remaja dan juga masih kurang pandai/terampil menjaga kesehatan tubuh, melepaskan pakaian dalam menjelang tidur sangat disarankan. Bukan apa-apa, untuk daerah tropis seperti di Indonesia, pakaian dalam dapat dengan mudah merangsang keringat membasahi tubuh. Sementara jika tidak diseka menjelang tidur, keringat ini akan memberi kesempatan pada mikroorganisme untuk beraksi pada kulit. Kalau sudah begini, mulai muncul deh kemungkinan timbulnya kelainan pada kulit, seperti kudis dan penyakit-penyakit kulit lainnya

Sumber: http://eksplorasi-dunia.blogspot.com/2009/11/tidur-memakai-celana-dalam-beresiko.html

A Filipino maid, 2 getai singers and 4 people in love in Luang Prabang

Part of the old Royal Palace in Luang Prabang, one of the screening venues of the Luang Prabang Film Festival

Resting on stone slabs centuries-old and being in the heart of UNESCO-Heritage worthy historical structures and watching the Papaya Sisters sing 'Yi Ren Yi ban' can be bizzare experience. But this is the unique experience the 1st Luang Prabang Film Festival (Dec 4 - 11) is able to offer visitors.

30+ of the best of Southeast Asian cinema will be screened at this milestone event. The festival has engaged local curators in each SEA country to pick the best films to represent that country. Yuni Hadi, the ambassador/advisor for Singapore has selected the following films from the land of the 5 stars and a crescent (very popular icons from recent events! lol).

'The Maid' by Kelvin Tong
'18 Grams of Love' by Han Yew Kwang (picture below)
'881' by Royston Tan


Some interesting background on the film industry in Laos

In the long history of the country, Laos has produced very few films, especially in the past 30 years. The first major feature film to be produced in Laos and have international success was in 2008, with Sabaidee Luang Prabang. As a result of this, the Lao have little understanding of the film industry, and no concept of it as a potential career. The Lao are active consumers of foreign media (the largest portion being from Thailand), but produce very little media of their own. Currently, foreign studios and filmmakers are not yet considering Laos as a filming location in a way that they could be. Laos could be an excellent budget location for films. Lastly, there has never been a major film festival in Laos.

Screening venues

Luang Prabang currently has no working cinemas, so screenings will take place in non-traditional (mostly outdoor) venues that will be equipped with projection equipment, screens, and seating. These include the old stadium That Luang, Siengsavan, a former movie theater turned restaurant/performance space, the Handicraft Market, the Governor’s Office and the former Royal Palace.


That Luang, the old stadium, another screening venue